Harus Tahu Inilah Fungsi Sistem Hidrolik Secara Umum

Sudah tahu fungsi sistem hidrolik ? Nyatanya, hal tersebut yang menjadikan alasan pengguna bisnis baik industri, pertambangan, maupun manufaktur lainnya beralih menjadikan hidrolik sebagai alat penunjang pekerjaan.

Sistem hidrolik diyakini dapat memberikan hasil yang jauh lebih efektif serta efisien sehingga durasi pekerjaan dapat terselesaikan lebih cepat.

Fungsi Sistem Hidrolik Secara Umum

Berikut fungsi sistem hidrolik secara umum yakni sebagai berikut;

1. Sebagai penerus tekanan atau penerus daya
2. Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak
3. Sebagai pendingin
4. Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan pada akhir langkah
5. Sebagai pencegah korosi
6. Sebagai penghanyut bram atau chip, yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen
7. Sebagai pengirim isyarat atau signal
Berbicara tentang hidrolik pasti tidak terlepas dari fluida atau cairan hidrolik, bisa berupa oli atau gas., Selain itu terdapat komponen sistem hidrolik berupa pompa hidrolik, selang hidrolik, dan masih banyak lainnya.
Fluida menjadi salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai sumber energi hidrolik untuk diubah menjadi gaya dalam mengangkat beban.
Sebagai pengguna, sudah menjadi kewajiban untuk memperhatikan jenis serta kualitas fluida yang akan digunakan. Keuntungan sistem hidrolik inilah yang menjadikan alasan banyak pengguna bisnis beralih menggunakan sistem hidrolik.

Syarat Penggunaan Fluida Hidrolik

Sebelum memutuskan untuk membeli fluida, pastikan fluida yang anda pilih memiliki indikator syarat-syarat dibawah ini;

1. Viscositas yang Cukup

Apa maksudnya? Dalam dunia hidrolik, viscositas mempunyai istilah yang berarti kekentalan.

Perlu diketahui, setiap fluida memiliki jenis viscositas yang berbeda. Hal tersebut tergantung pada kebutuhan spesifikasi mesin. Ingat, jika viscositasnya kurang atau tidak sesuai, maka film oil yang terbentuk akan sangat tipis, sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan.

2. Indeks Viscositas yang Baik

Tidak hanya kekentalan yang perlu diperhatikan, hal ini juga berlaku pada indeks. Secara sederhana, dibalik viscositas yang baik terdapat indikator indeks yang baik. Jika hal tersebut terpenuhi, maka kekentalan cairan hidrolik akan stabil pada saat digunakan pada sistem hidrolik meskipun dengan perubahan suhu yang fluktuatif.

3. Tahan Api

Biasanya, komponen sistem hidrolik beroperasi pada lingkungan yang cenderung timbul api, ditambah suhu area kerja yang cukup panas maka sangat berpotensi timbul percikan api. Oleh sebab itu, maka sangat disarankan untuk memastikan terlebih dahulu jenis fluida yang memang sudah diproteksi dapat tahan api agar tidak mudah terbar, terutama bila beroperasi dalam suhu tekanan tinggi.

4.  Tidak Berbusa

Mengapa fluida tidak boleh berbusa?

Hal ini ternyata sangat penting sebab cairan hidrolik banyak busa akan mengakibatkan gelembung-gelembung udara yang terdapat dalam cairan hidrolik. Gelembung inilah yang akan mengakibatkan terjadi compressable atau hilangnya daya tekanan hingga berujung dapat mengurangi daya transfer tenaga.

Parahnya, busa pada fluida dapat berpotensi terjadi kebakaran sebab kemungkinan terjilat oleh api dengan mudah.

5. Tahan Dingin

Tahan dingin disini bermakna tidak mudah membeku bila mesin beriperasi pada suhu yang dingin. Ingat, Titik beku cairan hidrolik berkisar antara 10-15 derajat Celcius di bawah suhu saat mesin dihidupkan (start up)

Mengapa fluida haru dapat tahan dingin? Ini alasannya. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya penyumbatan akibat cairan yang membeku.

6. Tahan Korosi & Tahan Aus

Fluida diproteksi sebagai cairan yang dapat mecegah karat atau korosi. Sebab, hal ini dapat memperpanjang usia life time mesin hidrolik. Secara tidak langsung, hal ini pula turut meminimalisir biaya perawatan dan maintenance mesin hidrolik.

7. Demulsibility

Salah satu proteksi fluida lainnya yakni kemampuan cairan hidrolik untuk memisahkan diri dari air. Karena seperti yang sudah kita ketahui, air adalah penyebab terjadinya korosi. Tidak heran bila air menjadi pemicu utama mesin mengalami korosi lebih cepat.

8. Minimal Compressibility

Secara teori, cairan hidrolik memiliki sifat tidak dapat di kempa atau uncompressible. Nyatanya, cairan hidrolik dapat dikempa atau dimampatkan sampai dengan 0,5% volume setiap 80 bar. Oleh sebab itu, cairan hidrolik harus mempunyai sifat atau kemampuan untuk seminimal mungkin dapat dikempa.
Itulah ulasan mengenai fungsi sistem hidrolik dan syarat yang harus dipenuhi dari sebuah fluida. Semoga dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai rujukan terpercaya anda. Pastikan hidrolik pada ahlinya agar terhindar dari kualitas abal-abal alias tiruan.
Bagikan Sekarang

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: