Silinder Pneumatik : Pengertian & Perawatannya Lengkap

Apa itu silinder pneumatik serta perawatannya? Biasanya komponen ini melekat pada mesin pabrik atau industri yang memanfaatkan udara dengan tekanan tinggi untuk menghasilkan kekuatan yang menggerakan piston dengan gerakan bolak-balik secara linier.

Dengan demikian, silinder jenis ini berkaitan erat dengan udara sehingga sangat berbeda prinsip sistem hidrolik dan penumatik yang memanfaatkan cairan fluida seperti oli pada sistem hidrolik.

Sejarah Hadirnya Silinder Pneumatik

Hadirnya sistem pneumatik yang dapat kita kenal saat ini tentu tidak terlepas dari sejarah panjang.

Pada tahun 1889, seorang Ilmuwan berkebangsaan Eropa  bernama Macron Matik menciptakan sistem Pneumatik. Awalnya pneumatik ini hanya sekumpulan udara yang diciptakan untuk membantu memudahkan pekerjaan orang pada masa itu. Namun, pneumatik masih membutuhkan tenaga manusia untuk tetap dapat bekerja.

Pneumatik pada zaman ini seperti halnya pompa kompresor yang sering kita gunakan saat ini.

Hingga tiba sebelum 1950-an, sistem pneumatik telah mengalami perkembangan dan peranan penting dalam bida otomatisasi, khususnya dalam penggunaan sensor, prosesor dan actuator.

Pneumatik terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan hingga saat ini penggunannya meluas di berbagai sektor industri. Pada saat ini Single Acting dan Double Acting Cylinder banyak dikombinasikan sesuai kebutuhan.
Sedangkan pengontrolan dari katupnya sendiri saat ini banyak menggunakan PLC, Mikrokontroler, ataupun sistem konvensional berbasis relay.

Pengertian Silinder Pneumatik

Secara umum, sistem pneumatik berarti suatu aplikasi udara bertekanan sebagai media kerja dan media kendali pada aplikasi-aplikasi industri. Perlu digarisbawahi bahwa sistem ini sangat mengandalkan udara agar mesin dapat bekerja secara optimal.

Silinder pneumatik adalah aktuator atau perangkat mekanis yang menggunakan udara bertekanan atau terkompresi untuk menghasilkan gerakan linier  secara berulang-ulang (gerakan keluar – masuk).

Oleh sebab itu, silinder pneumatik merupakan jenis aktuator yang umum digunakan sebagai gerakan lurus. Hal ini disebabkan karena silinder tersebut memiliki harga yang murah, mudah dipasang, konstruksi yang kuat dan tersedia dalam berbagai ukuran langkah kerja.

Jenis Silinder Pneumatik

Secara umum, silinder pneumatik terdiri dari dua jenis, diantaranya ;

1. Silinder Kerja Tunggal (Single Acting Cylinder)

Silinder jenis ini hanya memiliki satu port untuk masuknya udara bertekanan. Silinder kerja tunggal menggunakan kekuatan udara bertekanan untuk mendorong ataupun menekan piston dalam satu arah saja (umumnya keluar), dan menggunakan pegas pada sisi yang lain untuk mendorong piston kembali pada posisi semula.

2. Silinder Kerja Ganda (Double Acting Cylinder)

Silinder jenis ini memiliki dua port untuk instroke dan outstroke. Silinder kerja ganda menggunakan kekuatan udara bertekanan untuk mendorong piston keluar dan mendorong piston untuk kembali pada posisi awal (menarik kedalam). Sehingga silinder ini membutuhkan lebih banyak udara dan katup pengontrol arah yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan silinder kerja tunggal.

Aplikasi Silinder Pneumatik

Umumnya, penggunaan komponen ini sering kita jumpai diberbagai mesin industri, seperti otomotif, industri kemasan, elektronik, dan berbagai industri lainnya. Silinder pneumatik digunakan untuk menjepit benda, mendorong mesin pemotong, penekan mesin pengepresan, peredam getaran, pintu penyortiran, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, tidak heran jika silinder pneumatik memiliki beragam kegunaan namun fungsi dasarnya tetap sama  sebagai pengkonversi tekanan udara atau energi potensial udara menjadi energi gerak atau kinetik.

Perawatan Silinder Pneumatik

Lalu bagaimana dengan perawatan silinder pneumatik pada mesin? Simak tipsnya berikut ini;

1. Perhatikan kualitas udara bertekanan yang masuk ke tabung silinder harus dalam keadaan kering, bersih, dan tidak mengandung air

2. Perhatikan kondisi filter sertra dryer udara dalam kondisi yang baik

3. Perhatikan kondisi piston

4. Lumasi secara berkala pada lubrikator untuk menghindari kondisi terjadinya aus hingga berpotensi merusak komponen seal

5. Periksa kebocoran udara pada silinder secara manual dengan cara melepas salah satu selang masuknya udara, lalu coba aktifkan silinder secara manual dan perhatikan apakah ada udara yang keluar dari port yang selangnya dilepas tadi

6. Jika terjadi kerusakan pada seal, segera lakukan pergantian

7. Dalam pergantian seal kit akan lebih baik diganti semua, karena sulit bagi kita untuk mengetahui baik – buruknya keadaan seal tersebut, selain itu agar lifetime dari semua seal (seal package) yang ada pada silinder tersebut sama.

Bagaimana? Mudah bukan?

Demikian informasi seputar serba serbi silinder pneumatik. Semoga bermanfaat..

Bagikan Sekarang

Leave a Comment