Pengertian Hydraulic Oil Cooler dan Cara Perawatan Tepat

Berbicara mengenai hidrolik memang tidak ada habisnya sebab cakupannya sangatlah luas. Namun, tidak semua pengguna mengetahui hydraulic oil cooler. Apakah itu oil cooler dan bagaimana cara perawatannya? Pembahasan selengkanya simak berikut ini.

Pengertian Hydraulic Oil Cooler

Tahukah anda? Oil Cooler merupakan salah satu Accesoris mesin yang mempunyai fungsi utama sebagai media untuk mendinginkan sirkulasi oli. Umumnya, oil cooler kerap digunakan pada alat mesin produksi yang membutuhkan proses pendingan oleh oil cooler.

Baca Juga : Kenali Sistem Hydraulic Control Valve Pada Alat Berat

Kinerja dari oli yakni bersikulasi dalam ruangan mesin dalam mendinginkan mesin. Sifat oli dalam hydraulic ialah mampu menyerap panas dari gerakan atau perputaran part mesin yang terlumasi oleh oli tersebut sehingga secara otomatis oli terlubrikasi pun ikut menjadi panas.

Ketika mesin menjadi panas, maka dibutuhkan proses pendinginan berupa oil cooler agar oli dapat kembali dingin saat bersirkulasi mendinginkan part mesin. Dalam hal ini, air sangat dibutuhkan sebagai media dalam proses pendinginan.

Baca Juga : Intip Merek Hose Assembly Berkualitas Unggulan Terbaik

Ini Boleh Juga Dibaca : Kualitas Harga Selang Hidrolik Ditinjau Dari Harga, Benarkah?

Cara Kerja Hydraulic Oil Cooler

Perlu diperhatikan cara kerja oil cooler yakni sebagai berikut;
  • Air pendingin bersirkulasi keluar masuk Oil cooler unit melalui sirip – sirip logam walaupun kondisi mesin sedang dalam posisi off.
  • Ingat, oli yang keluar masuk dari casing oil cooler selalu berdasarkan posisi on dan off nya mesin saat berproduksi. Jika mesin dalam posisi ON, maka oli pada tanki secara otomatis akan disirkulasikan oleh motor pump untuk masuk dan keluar dari casing oil cooler.
  • Meskipun adanya media air, namun air dan oil cooler tidak akan dapat bercampur sebab masing-masing mempunyai jalur tersendiri walaupun berada d dalam satu unit yang sama.
  • Sirip logam yang bersikulasi air dalam casing oil cooler berperan aktif mendinginkan sirkulasi oli yang masuk ke ruang casing oil cooler.
  • Pressure gauge yang berfungsi sebagai indikator pressure atau tekanan air sirkulasi yang masuk ke oil cooler.

Cara Mudah Melakukan Perawatan Hydraulic Oil Cooler

Siapa bilang melakukan perawatan hydraulic oil cooler hanya dapat dilakukan oleh mekanik saja? Nyatanya tidak. Anda pun dapat melakukan perawatan hidrolik jenis ini asalkan dilakukan dengan mudah dan penuh kehati-hatian agar tidak terjadi salah pasang atau semacamnya.
Berikut cara mudah yang dapat anda lakukan yakni sebagai berikut;
Membersihkan Sirip Oil Cooler

Dalam membersihkan sirip oil cooler umumya mengacu pada jadwal berkala yang sudah dijadwalkan oleh tim teknisi.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut;

  • Tutup valve atau kran supply utama air.
  • Kemudian Tutup juga valve atau kran sirkulasi oli.
  • Buka baut Flange Oil cooler  dan kemudian lepas flange dari dudukannya sampai terlihat sirip – sirip logam oil cooler.
  • Bersihkan lubang – lubang sirip oil cooler dengan batangan besi sebesar diameter lubang sirip oil cooler sampai bersih.
  • Kemudian semprot lubang sirip tersebut dengan pressure angin sampai semua kotoran dari lubang sirip keluar.
  • Setelah bersih kemudian tutup kembali flange oil cooler, jangan lupa pakai pasta sealear untuk melapisi permukaan flange agar air dan oli tidak bocor lewat sambungan flange dengan casing oil cooler.
Membersihkan Saringan Air Supply

Selain membersihkan sirip oil cooler, ingat juga untuk membersihkan saringan air supply. Hal ini bertujuan agar air yang masuk ke sistem oil cooler lancar dan tidak mengalami hambatan atau mampet.

Saringan mempunyai fungsi untuk menyaring kotoran debu halus yang bersarang agar kotoran tersebut tidak terbawa oleh air masuk ke sirip – sirip oil cooler. Jika saringan tidak dapat berfungsi dengan optimal, maka sirip – sirip oil cooler menjadi lebih cepat kotor dan rusak.

Ini sebabnya jika saringan air supply mampet

Apabila saringan air terjadi mampet maka akan bereffect konsumsi air untuk mendinginkan oli menjadi berkurang sehingga oli menjadi overheating atau panas diatas maksimum.

Membersihkan saringan air atau strainer bisa di lakukan setiap hari atau sesuai kebutuhan sesuai kondisi pressure gauge. Jika pressure gauge menunjukkan tekanan air yang rendah, maka bisa di pastikan bahwa saringan air supply sedang dalam keadaan kotor sehingga perlu dibersihkan.

Check kondisi Return Air Cooling

Pastikan cek secara berkala untuk mengetahui kondisi air return dari oil cooler. Hal ini bertujuan untuk memastikan atau mengetahui seberapa besar volume air supply pendingin yang masuk ke oil cooler.

Secara langsung, hal ini akan memudahkan teknisi dalam melakukan perbaikan apabila terjadi masalah di volume supply air pendingin.

Nah itulah ulasan mengenai hydraulic oil cooler. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai rujukan terpercaya anda. Konsultasikan hidrolik hanya pada ahlinya !

Bagikan Sekarang

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: