Jangan Panik, Ini 5 Penyebab Kerusakan Forklift & Solusinya

Seiring dengan penggunaan secara terus-menerus, tidak heran jika kini muncul gejala kerusakan forklift. Jangan panik, ketahui penyebab selengkapnya berikut ini.

Memang rasanya menjengkelkan ketika alat angkut forklift sudah menunjukkan gejala rusak sehingga tentu mengganggu kenyamanan pengoperasian bagi penggunanya. Jika dipaksakan beroperasi dengan kondisi demikian, imbasnya bisa sangat membahayakan bagi lingkungan area kerja hingga tidak jarang berpotensi produk yang diangkat dapat rusak karena hidrolik forklift tidak naik.

Perlu diketahui juga, umumnya biaya perbaikan forklift juga dapat menguras kantong dibandingkan dengan harga perbaikan kendaraan pribadi roda empat. Pasalnya, hampir seluruh spare part mesin forklift hanya tersedia di produsen luar negeri.

5 Penyebab Kerusakan Forklift

Meskipun terlihat seperti kendaraan yang kokoh, ternyata ada banyak hal sepele yang bisa menjadi sebab kerusakan pada forklift. Bahkan beberapa dari Anda pasti ada yang pernah atau sering melakukan kesalahan ini. Jadi agar tidak menyebabkan masalah yang semakin parah dan berkepanjangan, yuk intip lima penyebab umum kerusakan forklift berikut ini;

1. Jarang ganti oli

Kapan terakhir anda mengganti oli pada mesin forklift?

Kerusakan yang terjadi ketika pengguna lalai dalam mengganti oli maka imbasnya akan cepat patah di bagian hidrolik, stir maupun pallet. Selain itu, imbasnya untuk mesin maka akan cepat overheat hingga mogok bahkan tidak jarang sangat sulit untuk dinyalakan kembali.

Solusinya, ganti oli mesins secara teratur minimal 2 bulan sekali. Dengan pergantian oli secara berkala, mesin dapat terhindar dari gejala kerusakan karena pelumas yang berkualitas baik menghasilkan gesekan stabil dan terhindar dari gejala aus atau korosi.

2. Melebihi beban muatan

Setiap kendaraan angkut forklift sudah pasti memiliki spesifikasi khusus yang mempengaruhi daya tahan maksimal beban angkut.

Umumnya forklift bisa mengangkat beban maksimal 3 ton dalam satu kali angkut. Sedangkan tipe yang lebih besar untuk kebutuhan konstruksi bisa mengangkut beban hingga lebih dari 25 ton. Sebagai operator maupun pemilik lift truck, informasi seperti ini sudah rasanya menjadi kewajiban yang harus dipahami bersama.

Namun tak ayal masih banyak operator yang ceroboh memaksa forklift melebihi muatan batas maksimum, imbasnya mesin hidrolik menjadi bocor hingga pallet patah karena tidak bisa menahan beban.
Solusinya yakni bijaklah dalam mengoperasikan forklift, minimal memperhatikan beban muatan normal hingga maksimum.

3. Tidak bisa mengendalikan garpu atau pallet

Rahasia forklift dapat mengangkat beban hingga lebih dari 3 ton terletak pada pallet atau garpu yang menggunakan mekanisme hidrolik. Perlu ketelitian serta rasa hati-hati dalam mengendalikan pallet ini karena resiko patah dan tergelicir dapat terjadi kapan saja.

Salah satu kecerobohan yang paling sering dilakukan adalah mengangkat dan menurunkan pallet dengan terlalu cepat, sehingga hidrolik rawan bocor dan membuat pallet gagal dalam mengangkat beban yang dibawa.

Ingat, pastikan pallet harus berada di bawah 15 cm dari permukaan ketika forklift akan berjalan.

4. Permukaan jalanan yang tidak sesuai

Selain spesifikasi muatan, forklift juga hadir dengan spesifikasi khusus roda yang bervariasi.

Jenis industrial forklift, yang biasa digunakan untuk kebutuhan konstruksi bangunan, bisa digunakan pada medan jalanan yang licin, tidak rata dan tidak mulus. Sedangkan counterbalance forklift, yang biasa digunakan di gudang dan industri, hanya bisa digunakan di permukaan jalan yang mulus seperti lantai plester.

Perlu diingat, ketika menggunakan forklift yang tidak tepat pada lingkungan area kerja maka imbasnya ban menjadi rusak. Karena ban counterbalance forklift akan berpotensi cepat aus dan rusak bila digunakan dijalan aspal yang tidak rata, sedangkan insdustrial forklift akan merusak lantai bila digunakan di dalam ruangan.
Oleh sebab itu solusinya pastikan anda mengetahui dan memilih jenis forklift yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

5. Operator yang kurang handal

Setiap operator alat berat maupun kendaraan angkut wajib memiliki surat izin operasi yang berlaku diterbitkan dari dinas setempat.
Pasalnya, sangat membahayakn jika forklift dioperasikan oleh sembarang orang yang tidak mempunyai wawasan dan skill berkompeten. Jika dipaksakan, forklift dapat rusak karena kecerobohan maupun ketidakpahaman dari dari sang operator forklift dalam mengendarai alat ini.
Oleh sebab itu pemerintah menerbitkan SIO sebagai bukti bahwa orang tersebut memang sudah teruji dalam mengoperasikan forklift dan bisa dipertanggungjawabkan.

Selesai sudah informasi wawasan seputar mengenali lima penyebab kerusakan forklift serta solusinya. Semoga bermanfaat..

Bagikan Sekarang

Leave a Comment